![]() |
| Naskah Rengganis |
Indonesia sudah lama dikenal memiliki kekayaan khazanah
budaya peninggalan masa lampau. Salah satu bentuk khazanah itu adalah naskah
kuno bertulis tangan. Hal ini membuktukan tingkat literasi masyarakat Indonesia
sudah baik. Naskah kuno adalah bukti kebesaran peradaban nenek moyang kita yang
telah berkemampuan merekam, memproduksi, menyimpan, serta mengolah informasi
melalui aksara setara dengan peradaban besardunia. Di dalam naskah itu
tersimpan informasi tentang berbagai aspek kehidupan yang pernah ada, seperti
aspek ekonomi, sosial, politik, dll. Kandungan isinya pun beraneka ragam
seperti keagamaan, sejarah, hukum, adat istiadat, mitologi, filsafat, politik,
bahasa, sastra, astronomi, ajaran moral, arsitektur, sistem ekonomi, teknologi,
makanan tradisional, tumbuh-tumbuhan, doa, obat-obatan dan cara pengobatan
tradisional dengan segala aspeknya.
Naskah kuno merupakan asset intelektual yang sangat
berharga. Naskah kuno di Nusantara banyak yang berisi kajian berbagai ilmu
seperti keagamaan, moral, cerita, sejarah, obat-obatan dengan berbagai macam
bahasa dan aksara. Tetapi sayang, kita masih kurang memberikan apresiasi yang
memadai terhadap naskah ini. Naskah lama itu dibiarkan termakan usia tanpa ada
pihak yang mengurus dan melakukan pelestarian demi terjaga keberlangsungannya
untuk kemudian diwariskan kepada generasi selanjutnya.
Naskah menjadi salah satu dokumentasi budaya yang memuat
nilai-nilai tradisi dan budaya serta ilmu pengetahuan lama. Di dalamnya terkandung
khazanah intelektual dan jati diri bangsa. Naskah peninggalan masa lampau
tersebut tersebar di hampir di setiap daerah dalam bentuk, jumlah, dan jenisnya
yang bervariasi.Peran dan fungsi dari naskah lama itu masih dapat bertahan
hidup sampai sekarang, bahkan berkembang dalam kehidupan masyarakat masa kini.
Lombok merupakan nama dari salah satu
kepulauan yang ada di indonesia yang saling berdampingan dengan kepulauan
lainnya, dimana pulau Lombok ini untuk lebih tepatnya terletak di Provinsi Nusa
Tenggara Barat (NTB), Lombok juga terdiri dari beberapa kabupaten diantaranya
Kabupaten Lombok Timur, Kabupaten Lombok Barat, Kabupaten Lombok Tengah, Kota
Mataram dan Kabupaten Lombok Utara. Kabupaten Lombok Utara pada awalnya
merupakan bagian dari Kabupaten Lombok Barat. Lombok juga memiliki suku yaitu
Suku Sasak.
![]() |
| Naskah Bahasa Kawi yang Ada di Dinding Rumah Pak Muhadi |
Narmada
merupakan nama dari salah satu kecamatan yang ada di Lombok Barat. Di daerah
Narmada ini adalah salah satu tempat yang sakral dari suku sasak yang ada di
Lombok, karena masyarakat yang ada disana masih mempercayai dan meyakini tradisi
yang dibawa oleh nenek moyang pada zaman dulu yang masih di lestarikan sampai
saat ini.
Baik,
kali ini saya akan fokus menceritakan cerita yang saya dapatkan saat saya
mencari Naskah Kuno. Minggu 20 Oktober, saya beserta teman-teman saya mulai
mencari seseorang yang masih menyimpan naskah kuno atau peninggalan nenek
moyang suku sasak terdahulu, dan kebetulan ada teman saya yang tau tempat
dimana seseorang yang masih menyimpan naskah kuno tersebut. Tempat tersebut
berada di Desa Presak, kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat. Saya dan
teman-teman saya pun segera bergegas untuk pergi kesana.
Setelah
saya dan teman-teman saya sampai di sana, kita terlebih dahulu mengucapkan
salam kepada sang pemilik rumah. Tak lama kemudian kita pun terkejut, ternyata
bapak tersebut memang sesorang yang sangat mencintai budaya, terlihat sebuah
papan putih yang bertuliskan naskah bahasa kawi yang ada di dinding depan
rumahnya.
Bapak tersebut bernama bapak Muhadi, beliau
adalah seorang yang sangat aktif dalam dunia politik, beliau adalah lulusan
Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
(FKIP) Universitas Mataram (Unram). Beliau bercerita bahwa beliau dapat membaca
aksara Kawi dengan cepat dan lancar karena beliau juga pernah mendapatkan mata
kuliah Bahasa Kawi.
Beliau
juga bercerita bahwa naskah yang beliau punya adalah naskah dewi rengganis beliau mendapatkannya dari orang tuanya.
“Naskah ini biasa digunakan orang Sasak untuk mengobati Kebanggru’an dan juga
pada naskah ini terkandung mantra yang bisa dijadikan Senggeger .” Ucap beliau.
![]() |
| Pak Muhadi Pemilik Naskah Kuno |
Kebanggru’an artinya adalah Kerasukan atau
Kesurupan. Sedangkan Senggeger merupakan pelet atau mantra-mantra yang biasanya
digunakan sebagai mantra untuk melindungi diri dan mantra untuk memikat hati
lawan jenis. Terkesan musyirik, akan tetapi hal-hal semacam ini dipercaya oleh
beliau dan sesuatu yang benar-benar ada dalam masyarakat Sasak. Beliau juga
berkata bahwa naskah Dewi Rengganis juga memiliki bagian dalam naskah yang
menceritakan kisah cinta romantis Dewi Rengganis, kemungkinan bagian tersebut
adalah bagian dari mantra yang digunakan untuk memikat lawan jenis.
Mungkin ini yang
bisa sampaikan tentang naskah rengganis, hanya itu yang bisa kami dapat karena
memang beliau sedang sibuk dan tidak memiliki waktu lama untuk berdiskusi.
Semoga tulisan
ini dapat menginspirasi kita semua dalam memaknai dan mengerti arti dari pentingnya kebudayaan, tradisi dan adat
istiadat yang kita miliki, menjaga kualitas dan kuantitas kebudayaan yang kita
miliki, adalah tugas kita sebagai pemuda Suku Sasak, agar masyakat Suku
Sasak mengerti kebudayaan yang dimiliki
begitu indah dan beranekaragam yang harus kita lestarikan bersama, bukan
sebaliknya kebudayaan asing yang di mengerti. Jadi, kita merasa bangga dan tak
malu menjadi ‘Orang Suku Sasak’.


