Kamis, 24 Oktober 2019

Naskah Kuno Yang Ada di Suku Sasak Lombok

Naskah Rengganis

Indonesia sudah lama dikenal memiliki kekayaan khazanah budaya peninggalan masa lampau. Salah satu bentuk khazanah itu adalah naskah kuno bertulis tangan. Hal ini membuktukan tingkat literasi masyarakat Indonesia sudah baik. Naskah kuno adalah bukti kebesaran peradaban nenek moyang kita yang telah berkemampuan merekam, memproduksi, menyimpan, serta mengolah informasi melalui aksara setara dengan peradaban besardunia. Di dalam naskah itu tersimpan informasi tentang berbagai aspek kehidupan yang pernah ada, seperti aspek ekonomi, sosial, politik, dll. Kandungan isinya pun beraneka ragam seperti keagamaan, sejarah, hukum, adat istiadat, mitologi, filsafat, politik, bahasa, sastra, astronomi, ajaran moral, arsitektur, sistem ekonomi, teknologi, makanan tradisional, tumbuh-tumbuhan, doa, obat-obatan dan cara pengobatan tradisional dengan segala aspeknya.
Naskah kuno merupakan asset intelektual yang sangat berharga. Naskah kuno di Nusantara banyak yang berisi kajian berbagai ilmu seperti keagamaan, moral, cerita, sejarah, obat-obatan dengan berbagai macam bahasa dan aksara. Tetapi sayang, kita masih kurang memberikan apresiasi yang memadai terhadap naskah ini. Naskah lama itu dibiarkan termakan usia tanpa ada pihak yang mengurus dan melakukan pelestarian demi terjaga keberlangsungannya untuk kemudian diwariskan kepada generasi selanjutnya.
Naskah menjadi salah satu dokumentasi budaya yang memuat nilai-nilai tradisi dan budaya serta ilmu pengetahuan lama. Di dalamnya terkandung khazanah intelektual dan jati diri bangsa. Naskah peninggalan masa lampau tersebut tersebar di hampir di setiap daerah dalam bentuk, jumlah, dan jenisnya yang bervariasi.Peran dan fungsi dari naskah lama itu masih dapat bertahan hidup sampai sekarang, bahkan berkembang dalam kehidupan masyarakat masa kini.
            Lombok merupakan nama dari salah satu kepulauan yang ada di indonesia yang saling berdampingan dengan kepulauan lainnya, dimana pulau Lombok ini untuk lebih tepatnya terletak di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Lombok juga terdiri dari beberapa kabupaten diantaranya Kabupaten Lombok Timur, Kabupaten Lombok Barat, Kabupaten Lombok Tengah, Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Utara. Kabupaten Lombok Utara pada awalnya merupakan bagian dari Kabupaten Lombok Barat. Lombok juga memiliki suku yaitu Suku Sasak.
Naskah Bahasa Kawi yang Ada di Dinding Rumah Pak Muhadi
            Narmada merupakan nama dari salah satu kecamatan yang ada di Lombok Barat. Di daerah Narmada ini adalah salah satu tempat yang sakral dari suku sasak yang ada di Lombok, karena masyarakat yang ada disana masih mempercayai dan meyakini tradisi yang dibawa oleh nenek moyang pada zaman dulu yang masih di lestarikan sampai saat ini.
            Baik, kali ini saya akan fokus menceritakan cerita yang saya dapatkan saat saya mencari Naskah Kuno. Minggu 20 Oktober, saya beserta teman-teman saya mulai mencari seseorang yang masih menyimpan naskah kuno atau peninggalan nenek moyang suku sasak terdahulu, dan kebetulan ada teman saya yang tau tempat dimana seseorang yang masih menyimpan naskah kuno tersebut. Tempat tersebut berada di Desa Presak, kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat. Saya dan teman-teman saya pun segera bergegas untuk pergi kesana.
            Setelah saya dan teman-teman saya sampai di sana, kita terlebih dahulu mengucapkan salam kepada sang pemilik rumah. Tak lama kemudian kita pun terkejut, ternyata bapak tersebut memang sesorang yang sangat mencintai budaya, terlihat sebuah papan putih yang bertuliskan naskah bahasa kawi yang ada di dinding depan rumahnya.

 Bapak tersebut bernama bapak Muhadi, beliau adalah seorang yang sangat aktif dalam dunia politik, beliau adalah lulusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Mataram (Unram). Beliau bercerita bahwa beliau dapat membaca aksara Kawi dengan cepat dan lancar karena beliau juga pernah mendapatkan mata kuliah Bahasa Kawi.
            Beliau juga bercerita bahwa naskah yang beliau punya adalah naskah dewi rengganis  beliau mendapatkannya dari orang tuanya. “Naskah ini biasa digunakan orang Sasak untuk mengobati Kebanggru’an dan juga pada naskah ini terkandung mantra yang bisa dijadikan Senggeger .”  Ucap beliau.
Pak Muhadi Pemilik Naskah Kuno
 Kebanggru’an artinya adalah Kerasukan atau Kesurupan. Sedangkan Senggeger merupakan pelet atau mantra-mantra yang biasanya digunakan sebagai mantra untuk melindungi diri dan mantra untuk memikat hati lawan jenis. Terkesan musyirik, akan tetapi hal-hal semacam ini dipercaya oleh beliau dan sesuatu yang benar-benar ada dalam masyarakat Sasak. Beliau juga berkata bahwa naskah Dewi Rengganis juga memiliki bagian dalam naskah yang menceritakan kisah cinta romantis Dewi Rengganis, kemungkinan bagian tersebut adalah bagian dari mantra yang digunakan untuk memikat lawan jenis.

Mungkin ini yang bisa sampaikan tentang naskah rengganis, hanya itu yang bisa kami dapat karena memang beliau sedang sibuk dan tidak memiliki waktu lama untuk berdiskusi.
Semoga tulisan ini dapat menginspirasi kita semua dalam memaknai dan mengerti arti dari  pentingnya kebudayaan, tradisi dan adat istiadat yang kita miliki, menjaga kualitas dan kuantitas kebudayaan yang kita miliki, adalah tugas kita sebagai pemuda Suku Sasak, agar masyakat Suku Sasak  mengerti kebudayaan yang dimiliki begitu indah dan beranekaragam yang harus kita lestarikan bersama, bukan sebaliknya kebudayaan asing yang di mengerti. Jadi, kita merasa bangga dan tak malu menjadi ‘Orang Suku Sasak’.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar